LAPORAN
PRAKTIKUM
BIOLOGI
UMUM
MENGENAL
JARINGAN TUMBUHAN

Oleh
Nama : Putri Melly HW
NIM : 08121005034
LABORATORIUM
ZOOLOGI
JURUSAN
ILMU KELAUTAN
FAKULTAS
MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS
SRIWIJAYA
INDRALAYA
2012
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.
Latar
Belakang
Histologi adalah ilmu
yang mempelajari tentang jaringan. Jaringan adalah sekelompok sel yang
mempunyai asal, struktur, dan fungsi yang sama. pada awal perkembangan
tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Akan tetepi pada perkembangan
dan pertumbuhan lebih lanjut pembelahan sel menjadi terbatas hanya dibagian
khusus dari tumbuhan (Pratiwi 2006: 26).
Berdasarkan aktifitas pembelahan jaringan pada tumbuhan ada dua
macam yaitu, jaringan muda atau jaringan meristem dan jaringan dewasa. Jaringan meristem aktif membelah
sehingga tumbuhan bertambah besar. Berdasarkan posisinya dalam tubuh tumbuhan
meristem dibedakan menjadi tiga bagiaan, antara lain yaitu: meristem apikal,
terdapat diujung pucuk utama dan pucuk lateral serta ujung akar. Meristem interkalar, terdapat diantara jaringan dewasa,
contohnya meristem pada pangkal ruas tumbuhan anggota suku atau
famili rumput - rumputan. Meristem lateral, terletak sejajar dengan organ
tempat
ditemukannya. Contohnya kambium dan
kambium gabus
(
junaidi 2003: 123)
Berdasarkan asalnya terdapat dua macam jaringan meristem yaitu meristem primer dan meristem
sekunder. Meristem primer berasal dari jaringan embrional dan aktifitasnya menghasilkan
pertumbuhan primer, letaknya diujung batang dan diujung akar. Meristem skunder
berasal dari jaringan dewasa yang telah terdiferensiasi, contohnya kambium dan
kambium gabus. Sel-sel kambium ini bersifat meristimatis akibatnya batang dan
akar bertambah lebar. Kambium ini hanya dimiliki oleh tumbuhan berkayu. Jaringan
dewasa terbentuk dari meristem primer dan meristem sekunder yang membelah dan berdiferensiasi
(Sarkini 2004: 2).
Jaringan ini tidak membelah lagi kecuali
farenkim bersifat meristematis. Jaringan dasar biasa
disebut jaringan parenkim.Sel yang menyusunnya adalah sel farenkim,jaringan-jaringan
akan menyusun diri menjadi suatu pola yang
jelas di seluruh bagian tumbuhan.
Misalnya jaringan-jaringan yang berfungsi dalam pengangkutan air dan
makanan akan membentuk suatu sistem pembuluh pengangkutan. Jaringan-jaringan tersebut
akan menyusun organ
tumbuhan
yaitu
organ akar, organ
batang maupun daun
(sarkini 2004: 45)
Jaringan tumbuhan dikategorikan menjadi tiga jaringan pokok:jaringan epidermis,
jaringan yang melingkupi daun dan bagian-bagian tumbuhan yang masih muda; jaringan
pengangkut, mencakup jaringan-jaringan yang membentuk pembuluh kayu atau
xilem dan pembuluh tapis atau floem; dan jaringan penyokong, meliputi tiga jaringan dasar,
yaitu parenkim, kolenkim, dan sklerenkim.
Semua jaringan tumbuhan berasal dari jaringan sel-sel punca yang dikenal sebagai jaringan meristem (Anonim 2008: 1).
Struktur tubuh tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya terdiri atas organ pokok yaitu akar, batang dan daun. Organ tersusun oleh beberapa jaringan dan jaringan disusun oleh beberapa sel yang mempunyai bentuk, struktur, serta fungsi yang sama. Berdasarkan kemampuan sel membelah jaringan pada tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu jaringan
meristem dan jaringan permanen. Setiap jaringan memiliki struktur dan fungsi yang berbeda
( Anonim
2008: 1).
Meristem adalah
jaringan muda yang terdiri dari sekelompok sel-sel tumbuhan yang aktif
membelah. Ciri-ciri sel yang
menyusun jaringan meristem adalah ukuran selnya kecil,sel berdinding tipis,
mempunyai nukleus yang relatif besar,vakuola berukuran kecil, banyak mengandung
sitoplasma, selnya berbentuk kubus. Sel-sel meristem membelah terus untuk
menghasilkan sel-sel baru, beberapa hasil pembelahan akan tetap berada dalam
jaringan meristem dan disebut sel inisial atau sel permulaan.
Sedangkan sel-sel baru yang digantikan kedudukannya oleh sel meristem disebut derivatif
atau turunan (Anonim 2004: 2).
Jaringan ini tidak
membelah
lagi kecuali farenkim bersifat
meristematis. Jaringan dasar biasa
disebut jaringan parenkim. jaringan pelindung, berfungsi melindungi bagian
tanaman.
Jaringan-jaringan akan menyusun diri menjadi suatu pola yang jelas diseluruh
bagian tumbuhan. Misalnya jaringan-jaringan yang berfungsi dalam pengangkutan
air dan makanan akan membentuk suatu sistem pembuluh
pengangkutan. Jaringan-jaringan tersebut akan menyusun organ
tumbuhan
yaitu organ
akar, organ
batang
maupun
daun
(Tim Biologi 2004: 2).
Jaringan tumbuhan
dikategorikan menjadi tiga jaringan pokok:jaringan epidermis, jaringan yang melingkupi daun
dan bagian-bagian tumbuhan yang masih muda jaringan pengangkut, mencakup
jaringan-jaringan yang membentuk pembuluh kayu (xilem)
dan pembuluh tapis (floem); dan jaringan penyokong, meliputi tiga jaringan dasar,
yaitu parenkim, kolenkim, dan sklerenkim. Struktur
tubuh tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya
terdiri atas organ pokok yaitu akar, batang dan daun. Organ tersusun oleh
beberapa jaringan, dan jaringan disusun oleh
beberapa sel
yang mempunyai bentuk, struktur, serta fungsi yang sama. Berdasarkan kemampuan
sel membelah jaringan pada tumbuhan dibedakan
menjadi dua yaitu jaringan meristem dan
jaringan
permanen (Sarkini 2008: 30).
Meristem adalah jaringan muda yang terdiri dari
sekelompok sel-sel tumbuhan yang aktif membelah. Dan adapun Ciri-ciri sel yang menyusun jaringan meristem ukuran
selnya kecil,sel berdinding tipis, mempunyai nukleus yang relatif besar,vakuola
berukuran kecil, banyak mengandung sitoplasma, selnya berbentuk kubus. Sel-sel
meristem membelah terus untuk menghasilkan sel-sel baru, beberapa hasil
pembelahan akan tetap berada dalam jaringan meristem disebut sel inisial
atau sel permulaan. Sedangkan sel-sel baru yang digantikan kedudukannya oleh
sel meristem disebut turunan Jaringan-jaringan tersebut akan menyusun organ
tumbuhan yaitu organ
akar, organ
batang maupun
daun
(Anonim
2004: 2).
1.2.Tujuan Praktikum
Praktikum ini bertujuan untuk mengamati bentuk-bentuk
dan mengenali bagian-bagian penyusun jaringan pada tumbuhan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Tubuh
tumbuhan pun terdiri dari sel-sel. Sel-sel tersebut akan berkumpul
membentuk jaringan, jaringan akan berkumpul membentuk organ dan seterusnya
sampai membentuk satu tubuh tumbuhan. Di sini akan dibahas macam-macam jaringan
dan organ yang membentuk tubuh tumbuhan. jaringan tumbuhan adalah sekumpulan
sel yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama. jaringan pada hewan dan jaringan
pada tumbahan berbeda. kali iini kita pelajari jaringan tumbuhan terlebih
dahulu. Jenis-jenis jaringan pada tumbuhan, antara lain: jaringan epidermis,
jaringan parenkim, jaringan epidermis, jaringan kolenkim, jaringan skelenkim,jaringan
tumbuhan dapat dibagi 2 macam :
1.
Jaringan Muda ( Meristem)
Jaringan meristem adalah jaringan yang
terus menerus membelah. Jaringan meristem
dapat dibagi dua macam, yaitu :
a. Jaringan Meristem Primer
a. Jaringan Meristem Primer
Jaringan meristem yang merupakan perkembangan lebih lanjut dari pertumbuhan
embrio. Contoh: ujung batang, ujung akar.
Meristem yang terdapat di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer (Sarkini 2006: 34).
Meristem yang terdapat di ujung batang dan ujung akar disebut meristem apikal. Kegiatan jaringan meristem primer menimbulkan batang dan akar bertambang panjang. Pertumbuhan jaringan meristem primer disebut pertumbuhan primer (Sarkini 2006: 34).
b. Jaringan Meristem Sekunder
Jaringan meristem sekunder adalah jaringan meristem yang berasal dari
jaringan dewasa yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan jaringan meristem
sekunder disebut pertumbuhan sekunder.
Kegiatan jaring meristem
menimbulkan pertambahan besar tubuh tumbuhan (Pratiwi 2006: 22).
2. Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah
berhenti membelah. Jaringan dewasa dapat
dibagi menjadi beberapa macam :
a.
Jaringan
Epidermis
Jaringan yang letaknya
paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Bentuk jaringan epidermis
bermacam-macam. Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar
dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Fungsi jaringan
epidermis untuk melindungi jaringan di sebelah dalamnya. sel-sel epidermis
dapat berkembang menjadi alat tambahan atau derivat epidermis. misalnya stoma,
trikoma, sel kipas. Jaringan epidermis yaitu jaringan yang terletak
paling luar pada setiap organ tumbuhan ( akar, batang dan daun, bunga,
buah, dan biji ). Menurut (Sarkini 2006: 34) Ciri-ciri
jaringan epidermis adalah:
1.
Tersusun
dari sel-sel hidup.
2.
Terdiri
atas satu lapis sel tunggal.
3.
Beragam
bentuk, ukuran dan susunannya, tetapi biasanya tersusun rapat tidak ada ruang
antar sel.
4.
Tidak
memiliki klorofil.
5.
Dinding
sel jaringan epidermis bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami
penebalan, sedangkan dinding sel jaringan epidermis bagian dalam yang
berbatasan dengan jaringan lain dinding selnya tetap tipis.
6.
Mengalami modifikasi membentuk derivat
jaringan epidermis, misal stomata,
trikomata (rambut-rambut), spina (duri), vilamen, sel kipas,
sel kersik (sel silika).
Sel-sel epidermis dapat
berkembang menjadi alat tambahan atau derivat epidermis. misalnya stoma, trikoma,
sel kipas:
1. Stoma atau Stomata
Stoma atau stomata adalah lubang atau celah yang terdapat pada epidermis. Organ
tumbuhan yang dibatasi oleh sel khusus yang disebut sel penutup. Sel penutup
dikelilingi oleh sel-sel yang bentuknya sama atau berbeda dengan se-sel
epidermis lainnya dan disebut denga sel tetangga. Sel tetangga berperan dalam
perubahan osmotik yang menyebabkan gerakan sel penutup yang mengatur lebar stomata. Letak stomata
kebnyakan berada permukaan bawah daun. Stomata berfungsi sebagai tempat
pertukaran gas (Sarkini
2006: 36).
2. Trikoma
Berasal dari sel-sel epidermis biasanya berbentuk rambut. ada juga trikoma
yang berbentuk sisik atau duri. Fungsi trikoma adalah mengurangi penguapan
(apabila terdapat pada epidermis daun), meneruskan rangsang, melindungi
tumbuhan dari gangguan hewan, membantu penyebaran biji, membantu penyerbukan
bungan dan menyerap air dan garam-garam mineral dari dalam tanah (Anonim 2004: 3).
3. Sel Kipas
Dapat dijumpai pada epidermis atas daun tumbuhan suku atau famili gramineae
atau Cyperaceae. Sel kipss tersusun dari beberapa sel berdinding tipis dengan
ukuran yang lebih besar dibandingkan sel-sel epidermis disekitarnya. Sel kipas
berfungsi mengurangi penguapan dengan mengguling daun
(Pratiwi
2006: 41).
b. Jaringan Parenkim
Nama lainnya adalah
jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar,
daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuk sel parenkim bermacam-macam.
Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, yang
mengandung rongga-rongga udara disebut parenkim. Penyimpanan cadangan makanan
dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan parenkim (Sarkini 2006: 33).
Menurut (Anonim 2006: 1) Ciri –ciri Parenkim
antara lain sebagai berikut
a. Terdiri dari sel-sel
hidup yang berukuran besar dan berdinding tipis
b. Bentuk sel parenkim segi
enam
c. Memiliki banyak vakuola
d. Mampu bersifat
meristematik
e. Memiliki ruang antar sel
sehingga letaknya tidak rapat.
c. Jaringan Penguat/Penyokong
Nama lainnya stereon.
jaringan ini merupaka jaringan mekanik Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh
tumbuhan. Terdiri dari kolenkim dan sklerenkim (Anonim 2006: 1).
·
Kolenkim
Sebagian besar dinding sel jaringan kolenkim terdiri dari senyawa selulosa
merupakan jaringan penguat pada organ tubuh muda atau bagian tubuh tumbuhan
yang lunak.yang tersusun sel-sel dengan penebalan dari selulose, hemiselulose, dan
pectin. penebalan dinding selnya dimulai dari sudut-sudut sel yang kemudian
berkembang kearah tertentu (Sarkini 2006: 32).
·
Sklerenkim
Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut/serat dan sklereid atau sel batu. Serabut sklenkim yang tersusun atas sel-sel sklenkim yang panjang, dapat berupa sel tunggal diantar ajaringan dasar dan dapat pula merupakan sedang berkas pengangkut
Selain mengandung selulosa dinding sel, jaringan sklerenkim mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya menjadi kuat dan keras. Sklerenkim terdiri dari dua macam yaitu serabut/serat dan sklereid atau sel batu. Serabut sklenkim yang tersusun atas sel-sel sklenkim yang panjang, dapat berupa sel tunggal diantar ajaringan dasar dan dapat pula merupakan sedang berkas pengangkut
(Pratiwi 2006: 42).
d. Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh
tumbuhan. Ada 2 macam jaringan; yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau
pembuluh lapis/pembuluh kulit kayu. Xilem bertugas mengangkut air dan
garam-garam mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem
ada 2 macam: trakea dan trakeia (Anonim 2004: 1).
BAB
III
METODOLOGI PRAKTIKUM
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada
hari Rabu, 29 September 2012 pada pukul 13.00 – 15.00 WIB. Bertempat di
Laboratorium Zoologi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,
Universitas Sriwijaya, Indralaya.
3.2
Alat dan bahan
Alat yang digunakan adalah mikroskop sedangkan bahan
yang diperlukan adalah penampang melintang Zea
may ( sediaan awetan) dan penampang melintang Arachis hipogea (sediaan awetan).
3.3
Cara kerja
Mikroskop dibawa
ngengan kedua tangan, yang satu tangan di bawah mikroskop dan yang satunya
gagang di pengang. Mikroskop diatur dengan perbesaran lemah setelah kemudian
digambarkan satu sektor dari penampang melintang dari batang Zea mays dan sebutkan bagian-bagiannya.
Perhatikan struktur jaringan epidermis, hipodermis ( berupa skerenkim berkas
pengangkut dengan penghubung skelerenkim yang tersebar diantara parenkim
dasar). Amati juga dengan perbesaran kuat dan gambarkan. Begitu juga pada
penampang melintang Arachis hipogea, dengan
perbesaran lemah mikroskop digunakan dan
itu digambar dengan penjelasannya satu sektor dari penampang melintang dari Arachis hipogea dan sebutkan
bagian-bagiannya
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2
Pembahasan
Menurut (Pratiwi 2006:
26) menjelaskan histologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jaringan. Jaringan
adalah sekelompok sel yang mempunyai asal, struktur, dan fungsi yang sama. pada
awal perkembangan tumbuhan, semua sel melakukan pembelahan diri. Akan tetepi
pada perkembangan dan pertumbuhan lebih lanjut pembelahan sel menjadi terbatas
hanya dibagian khusus dari tumbuhan.
Menurut
(Anonim 2004:
2), Berdasarkan kemampuan sel membelah jaringan pada
tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu jaringan meristem (jaringan muda) dan
jaringan dewasa. Berdasarkan asalnya terdapat dua macam jaringan
meristem yaitu meristem primer dan meristem sekunder. Meristem primer berasal
dari jaringan embrional dan aktifitasnya menghasilkan pertumbuhan primer,
letaknya diujung batang dan diujung akar. Merister sekunder. Meristem skunder
berasal dari jaringan dewasa yang telah terdiferensiasi.
Menurut (Pratiwi 2006:
33) Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Jaringan dewasa dapat dibagi menjadi beberapa macam, Jaringan
Epidermis. Jaringan yang letaknya paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan. Jaringan Parenkim, Nama lain adalah jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit
akar, daging, daun, daging buah dan endosperm. Bentuknya bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung
klorofil disebut klorenkim, yang
mengandung rongga-rongga udara disebut parenkim Jaringan Penguat nama lainnya stereon. jaringan ini merupaka jaringan mekanik Fungsinya untuk menguatkan bagian tubuh
tumbuhan. Terdiri dari kolenkim dan sklerenkim.
Menurut (Sarkini 2006:46) Jaringan pengangkut bertugas mengangkut zat-zat
yang dibutuhkan oleh tumbuhan yakni xilem atau pembuluh kayu dan floem atau pembuluh lapis. Xilem bertugas mengangkut air dan garam-garam
mineral terlarut dari akar ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Xilem ada 2 macam:
trakea dan trakeid. Floem bertugas mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke
seluruh bagian tubuh tumbuhan. Jaringan Gabus Fungsi untuk melindungi jaringan lain agar
tidak kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air.
Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen,
pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut
feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem
Menurut (Pratiwi 2006: 33) pada tumbuhan kelas / tingkat tinggi dapat
dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping
satu atau yang disebut dengan monokotil / monocotyledonae dan tumbuhan berbiji
keping dua atau yang disebut juga dengan dikotil / dicotyledonae. Ciri-ciri
tumbuhan monokotil dan dikotil hanya dapat ditemukan pada tumbuhan subdivisi
angiospermae karena memiliki bunga yang sesungguhnya.
Menurut (Anonim 2004: 2), perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik
pembeda yang dimiliki : Bentuk akar Monokotil, Memiliki sistem akar serabut. Dikotil, Memiliki sistem akar tunggang. Bentuk sumsum atau pola tulang daun. Monokotil , Melengkung atau sejajar. Dikotil, Menyirip atau menjari. Kaliptrogen / tudung akar. Monokotil , Ada tudung akar / kaliptra. Dikotil, Tidak terdapat ada tudung akar. Jumlah keping biji atau kotiledon. Monokotil, satu buah keping biji saja. Dikotil, Ada dua buah keping biji.
Menurut (Sarkini 2006:46) kandungan akar dan batang monokotil, tidak terdapat kambium. Dikotil, Ada
kambium. Jumlah kelopak bunga. Monokotil, Umumnya adalah kelipatan tiga Dikotil, Biasanya kelipatan empat atau lima. Pelindung akar dan batang lembaga. Monokotil, Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar
lembaga / keleorhiza. Dikotil, Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil. Pertumbuhan akar dan batang. Monokotil, Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi
membesar. Dikotil, Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar. Contoh tumbuhan monokotil : Kelapa, Jagung,
dan lain sebagainya. Contoh tumbuhan dikotil, Kacang tanah, Mangga, Rambutan, Belimbing, dan lain-lain.
BAB V
KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah kita lakukan mengenai
mengenal jaringan tumbuhan dapat disimbulkan sebagai berikut:
1.
Ilmu
yang mempelajari tentang sel adalah histologi.
2.
Jaringan adalah sekelompok sel yang
mempunyai asal, struktur, dan fungsi yang sama.
3.
Jaringan pada tumbuhan ada dua macam yaitu, jaringan muda (jaringan meristem)
dan jaringan dewasa.
4.
Jaringan
dewasa tediri atas epidermis, parenkim, skelerenkim, floem dan xylem.
5.
Monokotil adalah tumbuhan berkeping satu dan dikotil adalah tumbuhan
berkeping dua.
DAFTAR PUSTAKA
Ananim. 2006. Jaringan. http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan. Diakes pada tanggal 12 September 2010 Pukul 09.00 WIB.
Anonim. 2004. Jaringan tumbuhan. http://www.e-dukasi.net .Diakses pada tanggal 12 September 2010 Pukul 10.00 WIB.
Anonim. 2004.
Jaringan tumbuhan. www.crayonpedia.co.id. Diakses pada tanggal 14 September
2010 Pukul 14.00 WIB.
Pratiwi. 2006.
Biologi SMA kelas xl. Erlangga: Jakarta.
Sarkini. 2006. Biologi SMA kelas xl. Erlangga:
Jakarta.
Sarkini.
2006 Pratiwi. 2006 Anonim. 2004
Lucky Club: Casino site - Lucky Club - Lucky Club Live Casino
AntwoordVee uitLucky Club - Casino site. Lucky Club - Casino site. Lucky Club - Casino site. Lucky luckyclub.live Club - Casino site. Lucky Club - Casino site. Lucky Club - Casino site. Lucky Club - Casino site. Lucky